“DarkBERT: AI Dark Web Korea Selatan Berperang Melawan Kejahatan Siber”

DarkBERT AI Dark Web Korea Selatan Berperang Melawan Kejahatan Siber

DarkBERT: Dark Web AI Korea Selatan Melawan Cybercrime

AI atau kecerdasan buatan menjadi salah satu teknologi paling menakjubkan bagi para ahli teknologi. Kini, Korea Selatan dilaporkan telah menggunakan teknologi AI tersebut pada salah satu platform yang paling misterius dan terkenal, dark web. Platform tersebut bernama DarkBERT, yang digunakan untuk membasmi tindakan kejahatan cybercrime. Seperti apa DarkBERT dan apa yang membuat AI tersebut begitu menonjol di luar sana? Simak ulasannya di bawah ini.

Platform DarkBERT merupakan gabungan dari dua teknologi, yaitu teknologi deep learning dan natural language processing. Kedua teknologi tersebut berguna untuk mengajari AI tentang bahasa asli serta memahaminya dengan lebih baik. DarkBERT menjadi salah satu sistem AI yang digunakan oleh kantor keamanan cyber Korea Selatan, untuk membasmi segala tindakan kejahatan cybercrime. Dimana teknologi ini bisa bertindak seperti “polisi robotik” yang selalu siap berpatroli dan memantau gelapnya jaringan internet.

Dalam pengaplikasiannya, DarkBERT mampu melacak dan menangkap operator online yang melakukan tindakan kejahatan cybercrime. Beberapa operator online yang berhasil ditangkap meliputi penjual obat-obatan terlarang, pelaku pencurian data, jasa hacking, dan lain sebagainya. AI tersebut bekerja dengan cara memantau gelapnya internet dan mengumpulkan data eletronik yang diperlukan. Data yang berhasil dikumpulkan tersebut kemudian akan diolah dan dianalisis, untuk menentukan apakah suatu tindakan tersebut merupakan cybercrime atau tidak.

DarkBERT sejatinya adalah cerminan dari semakin berkembangnya kejahatan cybercrime di dunia maya. Seiring pesatnya perkembangan teknologi jaringan internet, kejahatan cybercrime juga terus meningkat. DarkBERT sendiri menjadi semacam solusi bagi kantor keamanan cyber Korea Selatan, untuk memberantas kejahatan tersebut.

Penggunaan AI dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kejahatan sudah banyak diimplementasikan di berbagai negara di dunia. Tidak hanya DarkBERT, muncul pula teknologi AI yang dibuat khusus untuk mendeteksi potensi risiko kejahatan internal dan eksternal pada sebuah perusahaan. Hal ini tak luput dari situasi yang kerap terjadi di dalam perusahaan, seperti insider threat, spamming, phishing, dan lain-lain.

Namun tentunya, soal keamanan data dan privasi menjadi isu tersendiri dalam penggunaan AI bertujuan keamanan. Hal ini berkaitan dengan pemantauan dan analisis data yang dilakukan oleh AI. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama antara pelaku industri AI dan regulator keamanan cyber, demi menciptakan regulasi yang diharapkan dapat memastikan keamanan dan privasi data pengguna.

Kesimpulan

DarkBERT, dark web AI Korea Selatan melawan cybercrime, menjadi salah satu solusi yang digunakan untuk memberantas kejahatan cybercrime di luar sana. Dengan teknologi yang digunakannya, yaitu deep learning dan natural language processing, AI tersebut mampu memonitor gelapnya internet dan memungkinkan untuk mendeteksi pelaku kejahatan cybercrime. Dimana data-data tersebut kemudian akan diolah dan dianalisis untuk ditentukan apakah suatu tindakan tersebut merupakan cybercrime atau tidak.

Kesimpulannya, penggunaan teknologi AI adalah sebuah solusi untuk mencegah dan memantau gelapnya internet agar tidak terjadi aksi kejahatan cybercrime di dalamnya. Namun, juga tidak dapat dipungkiri isu keamanan data dan privasi. Oleh karena itu, perlu ada regulasi yang memastikan bahwa penggunaan AI di dalam upaya keamanan tidak menjamin keamanan data semata. Dengan demikian, penggunaan teknologi AI dapat diterima oleh masyarakat secara luas.

Originally posted 2023-05-19 13:27:12.