Empat Organisasi Pers Minta Polda Sulsel Usut Dugaan Kekerasan Terhadap Jurnalis di Bulukumba

IMG 20230413 193922

Empat Organisasi Pers Minta Polda Sulsel Usut Dugaan Kekerasan Terhadap Jurnalis di Bulukumba

Empat organisasi pers meminta Polda Sulsel untuk mengusut dugaan kekerasan terhadap seorang jurnalis di Bulukumba. Insiden tersebut terjadi pada tanggal 1 Januari 2021, di mana seorang jurnalis bernama Andi Hasan, yang bekerja untuk media online kabarbulukumba.com, diduga menjadi korban kekerasan oleh aparat keamanan saat meliput sebuah kejadian di Lapangan Merdeka di Kabupaten Bulukumba.

Empat organisasi pers yang meminta Polda Sulsel untuk mengusut kasus ini adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan, Aliansi Jurnalis Independen Sulawesi Selatan (AJISS), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Sulawesi Selatan, dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Selatan.

Menurut keterangan dari PWI Sulsel, Andi Hasan mengalami luka-luka pada bagian kepala dan wajah setelah dianiaya oleh aparat keamanan. Selain itu, kamera yang digunakan Andi Hasan juga rusak akibat kekerasan tersebut.

PWI Sulsel menyatakan bahwa kejadian ini merupakan pelanggaran terhadap kebebasan pers, dan meminta pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan yang tegas terhadap pelaku kekerasan.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini, karena sudah menjadi tugas kita sebagai jurnalis untuk memberitakan kejadian yang terjadi di sekitar kita. Kami meminta pihak keamanan untuk menghormati profesi jurnalis dan melindungi kebebasan pers,” kata Ketua PWI Sulsel, Andi Faisal Bakti.

Aliansi Jurnalis Independen Sulawesi Selatan (AJISS) juga mengutuk keras kekerasan yang dialami oleh Andi Hasan. Mereka meminta pihak berwenang untuk segera mengusut kasus ini dan menindak tegas pelaku kekerasan.

“Kejadian ini menunjukkan bahwa kebebasan pers masih sangat terbatas di Indonesia. Kami harus bersama-sama melindungi pers dan menghormati hak jurnalis untuk meliput kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar kita,” kata Ketua AJISS Sulsel, Muhammad Yusuf.

Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Sulawesi Selatan dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Selatan juga mengeluarkan pernyataan yang sama, meminta pihak berwenang untuk mengambil tindakan yang tegas terhadap pelaku kekerasan dan menjaga kebebasan pers di Indonesia.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak keamanan terkait insiden ini. Namun, Empat Organisasi Pers yang meminta Polda Sulsel mengusut kasus ini berharap agar pelaku kekerasan segera ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kasus kekerasan terhadap jurnalis sudah terjadi beberapa kali di Indonesia, dan menjadi ancaman serius bagi kebebasan pers di Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia, sudah menjadi tugas kita untuk menghormati dan melindungi hak kebebasan pers bagi jurnalis di Indonesia. Dan sebagai bagian dari media, kita harus selalu siap untuk berdiri dan melindungi hak kebebasan pers di Indonesia.

Originally posted 2023-04-14 02:24:16.